KARYA :
MUHAMMAD NUH FATHSYAH
7F/22
MUHAMMAD NUH FATHSYAH
7F/22
SMP 2SURABAYA
3 Kembar Yang Terpuji
Di suatu desa terdapat keluarga kecil bahagia yang
mempunyai 3 anak kembar, 3 anak itu bernama Doni, Dani, dan Deni. Mereka
mempunyai karakter yang berbeda dan sangat unik. Keluarga mereka tinggal ditepi
hutan, keluarga kecil yang hidup bahagia, saling menyayangi, saling membantu.
Rumah kayu minimalis dikelilingi kolam ikan, kolam angsa, dan kolam untuk
berenang, ditata rapi dan alami. Setiap hari mereka membersihkan rumah
bergotong-royong , membersihkan kandang angsa dan mengambil telur angsa,
memberi makan ikan-ikan dikolam, dan berkebun sayuran di belakang rumah. Dihari
libur sekolah mereka sekeluarga sering berkemah di tengah hutan, sambil
memancing ikan dan membakar ikan di area bebas hutan savana.
Doni yang tertua sangat penyayang, dia menyanyangi kedua adiknya, melindungi,
dan membimbing, Doni pandai membuat rumah kayu yang hangat, pandai membuat
kolam ikan dengan pancuran air dari bambu, juga taman bunga yang penuh bunga
warna-warni, seperti karakter Doni anak tertua yang hangat dan penyayang.
Dani anak yang tengah, sangat
periang, Dani pandai menghibur, bercanda, apabila kedua saudara kembarnya
sedang lelah apalagi bersedih, Dani suka memasak kue dan minuman buah sebagai
pelepas lelah seluruh keluarga.
Deni seorang anak yang pemurung, Deni sering menyendiri sambil memetik
gitarnya, bernyanyi dengan burung nuri peliharaannya, kadang disaat senggang
Deni suka melukis alam hutan yang sejuk .
Sementara itu orang tua mereka orang yang sabar, suka menolong
tetangganya yang memerlukan bantuannya . Di suatu hari ketika sekeluarga sedang
berlibur di hutan mereka menemukan seorang kakek yang kelaparan di hutan. Lalu
mereka membawa kakek itu dan memberi makan kakek di tempat berkemah mereka di
hutan, ternyata kakek tersebut tidak mempunyai keluarga lagi, mereka sekeluarga
sepakat untuk memelihara kakek tersebut hidup bersama dalam rumah kayu yang
hangat. Mereka memperlakukan kakek tersebut seperti keluarga sendiri.
Lalu berberapa hari kemudian kakek itu meminta izin berjalan-jalan ke
hutan dan setelah kakek itu pulang kakek itu menemukan sepasang kambing di
hutan. Lalu mereka memelihara kambing itu samapi beranak banyak , setiap si
kakek berjalan-jalan didalam hutan, si kakek selalu berburu hewan-hewan yang
mampu diternak hingga beranak pinak, selain kambing, kakek juga menemukan ayam
hutan hingga bertelur dan menjadi semakin banyak.
Apabila kakek memakan buah-buahan bijinya tidak dibuang tapi ditanam
dihalaman rumah, selain biji mangga, biji nangka, biji durian, salak, jambu
biji, dan jambu air. Jadi kebun sayur yang ada bertambah menjadi kebun buah
juga.
Doni yang pandai membuat rumah kayu, membuatkan si kakek rumah-rumah
untuk kandang kambing, rumah-rumah pohon untuk burung merpatinya, rumah-rumahan
juga untuk kandang ayam. Doni membuatkan pula rumah-rumah diatas kolam untuk
angsa-angsanya. Tak lupa Doni membuatkan rumah pohon pula untuk berkemah,
sehingga tak perlu berkemah di tengah hutan lagi.
Menolong orang lain tidak lagi menjadi beban keluarga si kembar 3,
karena si kakek selalu memberikan berkah yang banyak untuk keluarga kecil yang
bahagia itu, kehidupan mereka menjadi lebih dari kecukupan, tapi mereka tetap
hidup sederhana dan bersahaja, tapi mereka tetap menolong siapa saja yang
membutuhkan pertolongan.
Dani yang pandai memasak pun membuat warung makan yang nyaman di tepi
kolam ikan, dibantu adik kembarnya Deni sambil bermain gitar, bernyanyi
menghibur pengunjung yang sedang makan di warung makan sederhana nan nyaman.
Apabila ada pengemis yang meminta minta Dani tidak mengusirnya tetapi malah
Dani memberi makan dan minum kepada pengemis itu, perbuatan terpuji Dani
membuat warungnya semakin dikunjungi banyak pelanggan, menolong pengemis tidak
membuat warung Dani merugi.
Sepulang membantu kakak kembarnya Deni mengembangkan bakatnya melukis,
kadang-kadang lukisan Deni terjual sangat tinggi karena keindahannya, sebagian
uang hasil menjual lukisan tersebut disumbangkan pada masjid-masjid kecil di
kampung-kampung.
Setelah uang mereka terkumpul mereka membangun rumah besar ,di tengah
tengah pembangunan ada yang menitipkan bayi dan anaknya di depan rumah , lalu
mereka merawat bayi dan anak itu. Setelah rumah mereka selesai mereka tinggal di rumah
barunya, dari segala kejadian yang menimpa keluarga mereka, mereka sekeluarga
merenung bahwa mereka harus terus berbagi kebahagian kepada anak-anak yatim
piatu, bahwa hidup harus selalu berarti untuk orang-orang yang membutuhkan,
harus selalu berbagi kesejahteraan bagi orang-orang yang kekurangan. Lalu rumah
lama mereka di jadikan panti asuhan untuk anak anak yatim dan yang membiayai
panti asuhan itu. Inilah hidayah dan berkah terbesar yang diberi Tuhan, jalan
yang diberikan Tuhan untuk terus-menerus berbuat kebaikan bagi sesama manusia.
Semakin bertambahnya anak-anak yatim yang mereka pelihara, semakin besar
pula rumah mereka, sehingga anak-anak yatim yang semakin banyak itu tetap bisa
mereka tampung, luar biasa rejeki yang diberikan Tuhan apabila makhluknya
saling menolong.
Tak terasa waktu berlalu, orang tua mereka sudah tua dan sakit-sakitan,
tanpa banyak menderita sakit orang tua mereka meninggal, pesan orang tua
mereka, “Mereka bertiga harus tetap menolong orang lain, terutama orang-orang
fakir-miskin dan anak yatim piatu.”
Walau orang tua mereka bukan pengusaha terkenal , bukan pula pejabat
tinggi pemerintahan, bukan pula bintang film ternama, namun yang mendoakan
kedua orang tua mereka memenuhi masjid dan halaman masjid dikampungnya, sungguh
mulia orang tua mereka, Subhanallah.
Air mata ketiga anak kembar itu, bukan air mata kesedihan, tapi air mata
haru, sehingga mereka ingin juga seperti kedua orang tua mereka yang diakhir
hayatnya penuh dengan doa-doa yang tulus ikhlas, melancarkan perjalanannya di
akhirat kelak.
Dan kehidupan ketiga bersaudara kembar itu harus berlanjut, melanjutkan
jejak-jejak kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan orang tua mereka.
Berberapa tahun kemudian,mereka telah berkeluarga ,Doni menjadi arsitek
handal, Dani yang mempunyai restoran besar, sementara Deni menjadi penyanyi
yang ternama, walaupun mereka mempunyai kehidupan masing masing mereka tidak
lupa mengurus pertenakan peninggalan orang tua mereka, dan mereka juga
mengurusi kebutuhan panti asuhan mereka,dan setiap bulan mereka membagikan
sembako , makanan,dan kebutuhan pokok sehari hari ke orang orang jalanan,orang
miskin yang mengemis di jalan .
Mereka pun sadar, bahwa mereka harus menjadi imam bagi anak-anak mereka,
menjadikan anak-anak yang baik, beriman, dan pintar, juga jujur dalam pekerjaan.
Mereka adalah contoh nyata dalam perbuatan baik bagi anak-anaknya. Apabila
mempunyai banyak harta mereka selalu mengingatkan kepada anak-anaknya agar
jangan lupa untuk tetap berbagi kebahagian. Menjaga perkataan, tidak menghardik
orang miskin, tidak mencemoohkan anak-anak yatim-piatu, karena tidaklah menjadi
miskin bila kita bersedekah dan berbagi.
Dan kesan terakhir dan nasehat yang selalu disampaikan setiap waktu,
hiduplah bersyukur dan bersabar, itu yang membuat mereka selalu hidup
berbahagia.
Senyum kemenangan dalam hidup, apabila orang lain tersenyum karena
mendapat bantuan dan pertolongan dari kita secara ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar