Sabtu, 15 Desember 2012



KARYA :
MUHAMMAD NUH FATHSYAH
 7F/22
SMP 2SURABAYA

3 Kembar Yang Terpuji

                Di suatu desa terdapat keluarga kecil bahagia yang mempunyai 3 anak kembar, 3 anak itu bernama Doni, Dani, dan Deni. Mereka mempunyai karakter yang berbeda dan sangat unik. Keluarga mereka tinggal ditepi hutan, keluarga kecil yang hidup bahagia, saling menyayangi, saling membantu. Rumah kayu minimalis dikelilingi kolam ikan, kolam angsa, dan kolam untuk berenang, ditata rapi dan alami. Setiap hari mereka membersihkan rumah bergotong-royong , membersihkan kandang angsa dan mengambil telur angsa, memberi makan ikan-ikan dikolam, dan berkebun sayuran di belakang rumah. Dihari libur sekolah mereka sekeluarga sering berkemah di tengah hutan, sambil memancing ikan dan membakar ikan di area bebas hutan savana.
Doni yang tertua sangat penyayang, dia menyanyangi kedua adiknya, melindungi, dan membimbing, Doni pandai membuat rumah kayu yang hangat, pandai membuat kolam ikan dengan pancuran air dari bambu, juga taman bunga yang penuh bunga warna-warni, seperti karakter Doni anak tertua yang hangat dan penyayang.
 Dani anak yang tengah, sangat periang, Dani pandai menghibur, bercanda, apabila kedua saudara kembarnya sedang lelah apalagi bersedih, Dani suka memasak kue dan minuman buah sebagai pelepas lelah seluruh keluarga.
Deni seorang anak yang pemurung, Deni sering menyendiri sambil memetik gitarnya, bernyanyi dengan burung nuri peliharaannya, kadang disaat senggang Deni suka melukis alam hutan yang sejuk .
Sementara itu orang tua mereka orang yang sabar, suka menolong tetangganya yang memerlukan bantuannya . Di suatu hari ketika sekeluarga sedang berlibur di hutan mereka menemukan seorang kakek yang kelaparan di hutan. Lalu mereka membawa kakek itu dan memberi makan kakek di tempat berkemah mereka di hutan, ternyata kakek tersebut tidak mempunyai keluarga lagi, mereka sekeluarga sepakat untuk memelihara kakek tersebut hidup bersama dalam rumah kayu yang hangat. Mereka memperlakukan kakek tersebut seperti keluarga sendiri.

Lalu berberapa hari kemudian kakek itu meminta izin berjalan-jalan ke hutan dan setelah kakek itu pulang kakek itu menemukan sepasang kambing di hutan. Lalu mereka memelihara kambing itu samapi beranak banyak , setiap si kakek berjalan-jalan didalam hutan, si kakek selalu berburu hewan-hewan yang mampu diternak hingga beranak pinak, selain kambing, kakek juga menemukan ayam hutan hingga bertelur dan menjadi semakin banyak.
Apabila kakek memakan buah-buahan bijinya tidak dibuang tapi ditanam dihalaman rumah, selain biji mangga, biji nangka, biji durian, salak, jambu biji, dan jambu air. Jadi kebun sayur yang ada bertambah menjadi kebun buah juga.
Doni yang pandai membuat rumah kayu, membuatkan si kakek rumah-rumah untuk kandang kambing, rumah-rumah pohon untuk burung merpatinya, rumah-rumahan juga untuk kandang ayam. Doni membuatkan pula rumah-rumah diatas kolam untuk angsa-angsanya. Tak lupa Doni membuatkan rumah pohon pula untuk berkemah, sehingga tak perlu berkemah di tengah hutan lagi.
Menolong orang lain tidak lagi menjadi beban keluarga si kembar 3, karena si kakek selalu memberikan berkah yang banyak untuk keluarga kecil yang bahagia itu, kehidupan mereka menjadi lebih dari kecukupan, tapi mereka tetap hidup sederhana dan bersahaja, tapi mereka tetap menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan.
Dani yang pandai memasak pun membuat warung makan yang nyaman di tepi kolam ikan, dibantu adik kembarnya Deni sambil bermain gitar, bernyanyi menghibur pengunjung yang sedang makan di warung makan sederhana nan nyaman. Apabila ada pengemis yang meminta minta Dani tidak mengusirnya tetapi malah Dani memberi makan dan minum kepada pengemis itu, perbuatan terpuji Dani membuat warungnya semakin dikunjungi banyak pelanggan, menolong pengemis tidak membuat warung Dani merugi.
Sepulang membantu kakak kembarnya Deni mengembangkan bakatnya melukis, kadang-kadang lukisan Deni terjual sangat tinggi karena keindahannya, sebagian uang hasil menjual lukisan tersebut disumbangkan pada masjid-masjid kecil di kampung-kampung.
Setelah uang mereka terkumpul mereka membangun rumah besar ,di tengah tengah pembangunan ada yang menitipkan bayi dan anaknya di depan rumah , lalu mereka merawat bayi dan anak itu. Setelah  rumah mereka selesai mereka tinggal di rumah barunya, dari segala kejadian yang menimpa keluarga mereka, mereka sekeluarga merenung bahwa mereka harus terus berbagi kebahagian kepada anak-anak yatim piatu, bahwa hidup harus selalu berarti untuk orang-orang yang membutuhkan, harus selalu berbagi kesejahteraan bagi orang-orang yang kekurangan. Lalu rumah lama mereka di jadikan panti asuhan untuk anak anak yatim dan yang membiayai panti asuhan itu. Inilah hidayah dan berkah terbesar yang diberi Tuhan, jalan yang diberikan Tuhan untuk terus-menerus berbuat kebaikan bagi sesama manusia.
Semakin bertambahnya anak-anak yatim yang mereka pelihara, semakin besar pula rumah mereka, sehingga anak-anak yatim yang semakin banyak itu tetap bisa mereka tampung, luar biasa rejeki yang diberikan Tuhan apabila makhluknya saling menolong.
Tak terasa waktu berlalu, orang tua mereka sudah tua dan sakit-sakitan, tanpa banyak menderita sakit orang tua mereka meninggal, pesan orang tua mereka, “Mereka bertiga harus tetap menolong orang lain, terutama orang-orang fakir-miskin dan anak yatim piatu.”
Walau orang tua mereka bukan pengusaha terkenal , bukan pula pejabat tinggi pemerintahan, bukan pula bintang film ternama, namun yang mendoakan kedua orang tua mereka memenuhi masjid dan halaman masjid dikampungnya, sungguh mulia orang tua mereka, Subhanallah.
Air mata ketiga anak kembar itu, bukan air mata kesedihan, tapi air mata haru, sehingga mereka ingin juga seperti kedua orang tua mereka yang diakhir hayatnya penuh dengan doa-doa yang tulus ikhlas, melancarkan perjalanannya di akhirat kelak.
Dan kehidupan ketiga bersaudara kembar itu harus berlanjut, melanjutkan jejak-jejak kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan orang tua mereka.
Berberapa tahun kemudian,mereka telah berkeluarga ,Doni menjadi arsitek handal, Dani yang mempunyai restoran besar, sementara Deni menjadi penyanyi yang ternama, walaupun mereka mempunyai kehidupan masing masing mereka tidak lupa mengurus pertenakan peninggalan orang tua mereka, dan mereka juga mengurusi kebutuhan panti asuhan mereka,dan setiap bulan mereka membagikan sembako , makanan,dan kebutuhan pokok sehari hari ke orang orang jalanan,orang miskin yang mengemis di jalan .
Mereka pun sadar, bahwa mereka harus menjadi imam bagi anak-anak mereka, menjadikan anak-anak yang baik, beriman, dan pintar, juga jujur dalam pekerjaan. Mereka adalah contoh nyata dalam perbuatan baik bagi anak-anaknya. Apabila mempunyai banyak harta mereka selalu mengingatkan kepada anak-anaknya agar jangan lupa untuk tetap berbagi kebahagian. Menjaga perkataan, tidak menghardik orang miskin, tidak mencemoohkan anak-anak yatim-piatu, karena tidaklah menjadi miskin bila kita bersedekah dan berbagi.
Dan kesan terakhir dan nasehat yang selalu disampaikan setiap waktu, hiduplah bersyukur dan bersabar, itu yang membuat mereka selalu hidup berbahagia.
Senyum kemenangan dalam hidup, apabila orang lain tersenyum karena mendapat bantuan dan pertolongan dari kita secara ikhlas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar